Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Ketika HP Mencuri Masa Kecil Anak Papua: Senator Nelson Wenda Desak Pemerintah Bertindak Cepat

BRIMO

Manokwari – Ketika HP Mencuri Masa Kecil Di sebuah sudut kampung di Lembah Baliem, seorang anak duduk termenung di depan rumah.

Matanya terpaku pada layar ponsel, jarinya lincah menekan-nekan layar HP yang membuatnya lupa waktu.

Sementara itu, ibunya memanggil berulang kali agar ia membantu menyiapkan makanan.

Anak itu tak bergeming. Dunia digital telah berkibar lebih kuat daripada panggilan tradisi.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Wamena.

Di Jayapura, Nabire, Dogiyai, Yahukimo hingga Pegunungan Bintang dan seluh Papua bahkan Indonesia, HP kini menjadi “orang tua kedua” bagi sebagian anak Papua.

Gadget yang seharusnya menjadi alat bantu belajar, justru mengambil alih jam tidur, mengurangi interaksi sosial, dan memotong jalur mereka menuju dunia nyata.

Baca Juga : WASPADA Hujan Lebat Mengguyur Papua hingga Februari 2026, Berikut Daerah Rawan Bencana

Ketika HP Mencuri Masa Kecil
Ketika HP Mencuri Masa Kecil

Di tengah kekhawatiran itu, Anggota DPD RI asal Papua Pegunungan, Nelson Wenda, muncul membawa suara peringatan yang lebih keras.

“Ini bukan masalah kecil. Penggunaan HP tanpa pengawasan telah merusak konsentrasi belajar, kesehatan mata, moral, dan karakter anak. Pemerintah harus segera bertindak bersama orang tua, tokoh masyarakat, dewan adat, dan Majelis Rakyat Papua.”

“Semua harus bicara sebelum kita kehilangan satu generasi,” tegasnya di sela kunjungannya di gereja Baptis, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegungan, Jumat (12/12/2025).

Nelson melihat langsung bagaimana anak-anak Papua, yang dulu tumbuh kuat dalam kebun, bermain di sungai, berlari di padang dan pegungab, kini lebih mengenal layar daripada tanah.

Lebih hafal suara notifikasi TikTok daripada irama suara alam.

Sementara Indonesia masih berdebat soal batasan penggunaan HP, Australia hari ini resmi mengumumkan larangan bagi anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial.

Pernyataan Perdana Menteri Australia menggema di banyak ruang diskusi dunia demi masa depan generasi muda mereka.

melihat langsung bagaimana anak-anak Papua, yang dulu tumbuh kuat dalam kebun, bermain di sungai, berlari di padang dan pegungab, kini lebih mengenal layar daripada tanah.

bukan masalah kecil. Penggunaan HP tanpa pengawasan telah merusak konsentrasi belajar, kesehatan mata, moral, dan karakter anak. Pemerintah harus segera bertindak bersama orang tua, tokoh masyarakat, dewan adat, dan Majelis Rakyat Papua.”

Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *